pohon langka

​Selamatkan 42 Jenis Pohon Langka Nusantara

( kata)

13 Maret: Seameo Biotrop bersama Jasa Marga, DPP HA IPB dan IPB menanam 42 jenis pohon langka di Area 88 B Tol Cipularang. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Konservasi Keanekaragaman Hayati Pohon Langka Nusantara. Acara dihadiri oleh Corsec PT Jasa Marga, Deputi Direktur Biotrop, Wakil Ketua DPP HA IPB, Direktur Kerjasma dan Hubungan Alumni IPB, dan Presiden BEM KM IPB.

Kegiatan dilakukan pada Peringatan Hari Ulang Tahun Jasa Marga yang ke-42 tahun ini, PT Jasa Marga ingin memberikan yang terbaik untuk Bangsa Indonesia. PT Jasa Marga ingin berpartisipasi menyelamatkan pohon langka nusantara yang setiap tahun di hutan alam semakin berkurang jumlahnya karena tingginya angka deforestasi.

Seperti diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara mega biodiversity di dunia. Selain memiliki keanekaragaman ekosistem, Indonesia juga memiliki keanekaragaman jenis baik untuk mamalia, reptil, burung, amfibi, primata, ikan dan tentu saja tanaman. Untuk jenis tanaman, Indonesia memiliki keanekaragaman tanaman yang sangat tinggi, baik untuk ekosistem rawa, hutan basah dataran rendah, padang rumput savana, ekosistem pegunungan dan berbagai ekosistem lainnya.

Untuk jenis pohon, pada sSetiap tipe ekosistem, Indonesia memiliki berbagai jenis pohon langka dan endemik Indonesia. Sebagian jenis-jenis langka ini, hanya ada di Indonesia dan sebagian sudah masuk dalam daftar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi dan masuk dalam daftar dilindungi IUCN.

Penanaman 42 Jenis Pohon Langka

Kegiatan Gerakan Konservasi Keanekaragaman Hayati Pohon Langka Indonesia Nusantara - Selamatkan Pohon Langka Menuju Indonesia Hijau ini yang merupakan kerjasama antara DPP HA IPB, Jasa Marga, IPB dan SEAMEO BIOTROP. Dalam kerjasama para pihak ini dilakukan serangkaian acara yang saling terkait. Rangkaian acara yang dilakukan antara lain:

1. Penanaman 42 jenis pohon langka Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 13 Maret 2020 di Rest Area KM 88, Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Ada sekitar 100 pohon yang ditanam pada taggal 13 Maret 2020

2. Penanaman Pohon Langka pada Jalan Tol di Pulau Jawa. Kedepan direncanakan semua jalan tol yang masih memiliki ruang terbuka, akan ditanami dengan pohon langka Nusantara.

3. Coaching Clinic: Gerakan Konservasi Keanekaragaman Hayati Pohon Langka Indonesia - Selamatkan Pohon Langka Menuju Indonesia Hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang pohon langka pada para pihak. Setidaknya sekitar 50 mahasiswa IPB University ikut partisipasi pada kegiatan coaching clinic tersebut.

Jenis Pohon Langka

Penanaman 42 jenis pohon langka sekaligus dalam satu waktu dan satu tempat bisa jadi merupakan hal pertama kali dilakukan di Indonesia. Selama ini penanaman pohon langka hanya untuk beberapa jenis saja. Kegiatan Jasa Marga Bersama Himpunan Alumni IPB dan Seameo Biotrop ini sungguh merupakan kegiatan yang sangat besar dan bermakna bagi pelestarian pohon langka Nusantara dalam konsep Etalase Pohon Langka Nusantara.

Pohon langka yang ditanam ini merupakan pohon langka yang berasal dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Beberapa jenis dari 42 Jenis yang akan ditanam antara lain:

  • Ulin atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri)
  • Merbau (intsia bijuga)
  • Masoi (Cryptocarya massoia)
  • Keruing gunung (Dipterocarpus retusus)
  • Meranti merah (Shorea sp)
  • Tengkawang (Shore asp),
  • Saninten (Castanopsis argentea (Bl.)
  • Cendana (Santalum album)
  • cempaka putih (Magnolia alba (D.C.), dll.
  • Edukasi Masyarakat

    Rest area yang dikelola oleh Jasa Marga kedepan bukan hanya sekedar rest area dan pada kesempatan pertama dipilih Rest Area 88 B Tol Cipularang. Tetapi rRest area dikembangkan yang secara multifungsi seperti sebagai tempat rekreasi, tempat studi lingkungan dan juga sebagai tempat istirahat sesuai namanya. Dengan penanaman 42 jenis pohon langka ini maka rest area akan menjadi lokasi edukasi mengenai pohon langka nusantara. Dengan keberadaan rest area yang strategis, maka anak-anak sekolah dan masyarakat umum diharapkan mendaptkan tambahan manfaat dari rest area yang dikelola oleh Jasa Marga.

    Kedepan diharapkan kegiatan penghijauan yang dilakukan oleh Jasa Marga akan menanam pohon langka Nusantara sebagai upaya untuk melestarikan kekayaan bangsa sendiri dan juga memiliki nilai hidrologi yang baik sekaligus berfungsi serapan karbon (carbon storage). Jenis pohon langka ini merupakan jenis pohon yang berumur panjang dan kokoh sehingga tepat dipilih untuk penghijauan di sepanjang jalan tol. Dengan demikian jalan tol Jasa Marga akan menjadi jalan tol pertama di Indoensia dan mungkin di dunia yang memiliki Keragaman Pohon Langka Nusantara yang paling banyak jenisnya.

    Manfaat Penyerapan Emisi CO2e

    Seperti disebutkan diatas bahwa penanaman pohon langka ini bukan sekedar kegiatan penanaman pohon. Pemilihan jenis pohon langka ini diharapkan memiliki manfaat yang beragam seperti manfaat hidrologi, lingkungan, estetika, edukasi dan penyerapan emisi CO2e. Belum banyak yang mengetahui bahwa setiap jenis pohon langka ini memiliki bentuk pohon yang berbeda, bentuk daun yang berbeda dan bahkan memiliki warna daun yang berbeda. Masayrakat secara umum nanti bisa melihat langsung bahwa setiap pohon langka ini sangat khas dan unik.

    Hal yang sangat penting sekarang, pada saat dunia heboh dengan isu perubahan iklim, maka Jasa Marga Bersama DPP HA IPB, IPB dan Seameo Biotrop memilih jenis-jenis pohon langka yang dapat menyerap emisi CO2e untuk jangka panjang. Semua jenis yang akan ditanaman adalah jenis pohon langka berumur panjang sehingga tidak cepat ditebang. Hal ini juga berarti bahwa penyerapan emisi CO2e akan lebih tinggi dibanding tanaman fast growing species yang harus dilakukan regenerasi kurang dari sepuluh tahun. Jenis pohon langka ini justru diperkirakan dapat hidup lebih dari 50 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman ini terus menyerapa CO2e dan tidak ditebang sehingga penyimpanan karbonnya menjadi nol.

    Nanti PT Jasa Marga Bersama DPP HA IPB, IPB dan Biotrop akan menghitung berapa penyerapan emisi yang sudah dihasilkan dari setiap jenis pada setiap tahun. Begitu juga untuk semua jalan tol yang akan ditanam, akan dihitung potensi penyerapan emisi CO2e setiap tahun. PT Jasa Marga ingin menunjukkan bahwa kegiatan kedepan harus ikut membantu pemerintah dalam menjaga lingkungan menuju Indonesia yang lebih baik.

    Ketua Bidang Hubungan Alumni Antar PT, Lembaga Non Pemerintah, dan Lembaga Internasional

    Terkait