Jewawut, Alternatif Sumber Pangan Sehat yang Tahan Lahan Kering

( kata)

Jewawut (Setaria italica) sebenarnya bukanlah jenis tanaman pangan baru. Tanaman ini merupakan salah satu jenis serealia yang populer di beberapa wilayah di Indonesia seperti Sulawesi Barat, Pulau Buru, NTT dan Jawa Tengah. Jewawut berbentuk biji kecil-kecil dengan diameter sekitar 1 mm.

Kelebihan tanaman jewawut antara lain toleran kekeringan serta beradaptasi baik pada wilayah yang kurang subur. Di Sumba misalnya, tanaman sangat beragam dan melimpah. Salah satu jenis jewawut bisa di jumpai di Desa Wanggameti, Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, Sumba. Wilayah itu berada di ketinggian 900 mdpl namun sangat kering. Hasil analisis potensial osmotik tanah di wilayah itu adalah -70 Mega Pascal, dimana hasil tersebut mengindikasikan lahan di wilayah itu sangat kering. Namun Jewawut masih mampu tumbuh subur pada kondisi itu.

Hal inilah yang juga menyebabkan jewawut banyak ditanam oleh masyarakat khususnya pada musim kemarau. Namun demikian seiring membaiknya ekonomi masyarakat Indonesia secara tidak langsung telah menjadikan komoditas jewawut serta sorgum menjadi komoditas inferior yang secara ekonomis tidak menguntungkan.

Perbaikan potensi genetik jewawut dilakukan melalui koleksi galur-galur jewawut di Indonesia dan introduksi dari luar negeri. Selanjutnya dilakukan karakterisasi dan rejuvinasi untuk mendapatkan informasi fenotifik serta mempertahankan keberadaan hotong.

Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitserealia) saat ini telah mengoleksi tak kurang dari 20 galur jewawut. Namun disadari bahwa program litbang hotong memang masih bertumpu pada jagung, sehingga ke depan diperlukan perhatian yang lebih untuk pengembangan jewawut termasuk perakitan varietas jewawut spesifik wilayah.

Menurut Peneliti Teknologi Pasca Panen Balai Penelitian Serealia Indonesia, Suarni mengatakan Jewawut merupakan tanaman sereal yang mampu tumbuh di berbagai tempat. Secara kandungan nutrisi, menurutnya, Jewawut memiliki kadar protein hingga 13%, melebihi padi yang hanya sekitar 8%-10%. Jewawut juga memiliki kalsium yang cukup tinggi dibandingkan padi, jagung, ataupun sorgum. Selain itu Jewawut juga memiliki kandungan antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas, yang dapat mencegah pembentukan sel kanker. 

 

 

 

Sumber Asli: http://balitsereal.litbang.pertanian.go.id