​Siti Nurbaya: Feedback Alumni IPB untuk Bangsa

( kata)

Siti Nurbaya Bakar, Alumni IPB angkatan 12 (Masuk tahun 1975) dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB yang juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) memberikan sambutan penting untuk alumni IPB yang hadir pada Forum Silaturahmi Alumni ke-2 yang berbarengan dengan acara halal bi halal alumni IPB di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Senayan Kami, 12 Juli 2018 lalu.

Alumni diharapkan memberikan feedback pada bangsa ini berupa muatan, pengalaman, pengetahuan dan tantangan. Dalam suasana saat ini, feedback alumni bukan hanya ditujukan untuk pekerjaan rutin sehari-hari yang dihadapi alumni, tetapi feedback tersebut harus juga berorientasi pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadi jika sehari-hari kita "thinking a head" menghadapi problem yang kita hadapi , atau "thinking over" (berpikir ulang) setelah mendapat masukan dari kawan-kawan lain dan jika kita mendapatkan variasi pengetahuan yg kita belajar secara kombinasi maka kita melakukan apa yg disebut "thinking across".

Dalam pengambilan kebijakan sebenarnya memerlukan pengetahuan dan pengalaman sebagai feedback. Dan ini juga penting bagi kehidupan kampus, sebagai motor dari pengetahuan dalam sebuah negara.

Nurbaya menjelaskan bahwa sumber atau dasar pengambilan kebijakan itu harus mencakup syarat-syarat penopangnya, yaitu kebijakan musti cukup dari sisi legal (LEGALLY), sisi politis (POLITICALLY) yaitu kebijakan musti memahami kemauan politik, secara praktis dan tradisi (PRACTICALLY & TRADITIONALLY) maksudnya apa yg terjadi dan berjalan bisa dijadikan referensi kebijakan dan yang sangat penting terkait dunia kampus adalah ilmu pengetahuan (SCIENTIFICALLY).

Dia menjelaskan bahwa pengalaman memimpin KemenLHK 70-80% basic scientific-nya musti berjalan. Nurbaya mengajak komponen alumni untuk kembali ke kampus dan "memohon" dukungan kampus sekaligus memberikan feedback pada dunia kampus. Caranya adalah dengan selalu mengambil referensi atau "nge-charge" terus ilmu pengetahuan juga berkolaborasi antar alumni melaksanakan program lintas profesi dan lintas angkatan. Penting pula mengelola gap angkatan misalnya antara junior, senior dan post-senior.

Contoh yang Nurbaya lakukan dalam lingkup KemenLHK adalah mendevelop satu program yang namanya Generasi Lingkungan. Siti Nurbaya, Helmi dan Bambang Hendroyono melakukan program ini dan berharap dapat bekerja sama dengan Himpunan Alumni dan IPB. Dia malah berharap agar program ini bisa berbagi disinergikan dengan program Mentorship Leader yang juga dilaunching di acara tersebut.

Program Mentorship Leader menurut ketua panitia Dudi Setiadi Hendrawan (F26) adalah bentuk kontribusi nyata dari alumni IPB untuk membangun jejaring melalui pengkaderan adik-adik mahasiswa IPB untuk menjadi NEXT LEADER sesuai dengan minat dan profesinya. Program ini dijalankan oleh Bidang Penguatan Jaringan dan Eksistensi Alumni.

Contoh teknis sinergi misalnya kolaborasi kebijakan alokasi lahan menurut yang selama ini oleh Presiden diharapkan untuk pemerataan ekonomi itu bisa diserahkan kepada mahasiswa atau (alumni dari) kalangan tidak mampu, bisa mendapatkan tanah 2 hektar sesuai profesinya dan disiapkan kompetensinya. Nurbaya melihat hal ini sesuatu yang bagus secara regulasi tetapi detilnya kita belum kelola lebih jauh.

Acara halal bi halal sekaligus kelanjutan program Forum Silaturahmi Alumni IPB ini dihadiri kurang lebih 400 orang alumni lintas profesi (Kementrian/Lembaga, BUMN, Swasta Nasional/MNC, Legislatif, Dosen) serta lintas angkatan mulai dari angkatan minus 3 (pra IPB berdiri, masih menjadi fakultas pertanian UI -red) sampai angkatan 55 (masuk tahun ini, masih mahasiswa).